Dinginnya pagi hari merayapi kaki, suara orang bekerja begitu ramai meskipun masih gelap, angin dingin berhembus, pepohonan yang rindang, serta suara hewan ternak ikut meramaikan pagi itu, begitulah desaku, juga sekaligus tempat tinggalku ..., sebelumnya perkenalkan namaku Eggi Aunur Rofiq, teman-teman biasa memanggilku dengan Eggi, umurku 14 tahun, aku adalah seorang anak yang bisa di bilang pendiam,pemalu, namun cukup di segani di sekolah, perawakan tubuhku juga tak terlalu besar, kurus, agak tinggi sekitar 150 cm, serta kulit coklat, kalau masalah wajah agak jelek sih, hehehe.
Aku juga punya sahabat, namanya Anto dan Ardi, mereka sahabat karibku yang selalu menemani di kala susah maupun senang, rumah mereka juga tidak jauh dari rumahku.
Aku sekolah di sebuah SMP negeri yang dekat dengan rumah, pada saat itu aku sudah kelas 2 SMP, biasanya aku berangkat ke sekolah dengan jalan kaki bersama dua sahabatku itu.
Pada pagi hari aku melangkahkan kaki untuk menuntut ilmu, aku,  Anto, dan Ardi selalu bertemu di perempatan jalan di sebelah masjid untuk berangkat bersama sama.
"Halo An, Di, berangkat yuk!! " aku mengajak mereka berdua berangkat.
"Ayo!! "
kamipun berangkat bertiga sambil sesekali bercanda dan bergurau di jalan, 8 menit kemudian kami sampai di depan sekolah, ketika kami mau masuk, kami di tahan oleh satpam sekolahan, alasannya seperti biasa yaitu kami tidak memakai atribut sekolah lengkap (maklum, jaman masih bandel bandelnya), akhirnya kami pun disuruh pushup 50 kali, pada saat kami pushup tiba tiba ada seorang perempuan cantik dengan tas merah muda dan jilbab putih yang melirik dan tersenyum kehadapanku, aku langsung membuang muka padanya, aku tak pernah melihatnya, mungkin dia anak pindahan. Dengan suara  agak menggoda Anto berkata kepadaku
"Ekhm, ada yang naksir cewek nii"
dengan wajah cemberut aku jawab
"Gk ah, siapa yang naksir"
"Jangan gitu lah Eg, aku tau kamu naksir dia kaan, hayoo ngaku lah!! "
Aku pun diam tak membalas ucapannya tadi.
Selesai kena hukuman, kami melanjutkan pergi ke kelas, tiba tiba di jalan aku bertemu anak perempuan tadi sedang duduk di taman, saat aku lihat dia, dia kembali tersenyum kepadaku, Anto dan Ardi langsung tersenyum sambil menyenggol bahuku.
Tiba-Tiba...
"Kriiing!!!" bel tanda untuk masuk kelas berbunyi, aku pun masuk ke kelas, tak lama kemudian tanpa kusangka anak perempuan yang melihatku tadi berjalan masuk kelas bersama wali kelasku.
"Assalamualakum wr.wb"
"Waalaikumsalam wr.wb"
"anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru, ia adalah anak pindahan dari Surabaya. Ayo silahkan perkenalkan dirimu nak"
"H h hai" (dia grogi di depan)
"Perkenalkan namaku Lina, aku berasal dari Surabaya, aku disini bersama ayah dan ibuku, kita tinggal disini karena ada kepentingan yang berhubungan dengan pekerjaan ayahku, salam kenal ya"
"Baik nak Lina, terimakasih, anak-anak, kalian sudah tau namanya kan ? oke kalau begitu bapak harap kalian dapat bersikap baik kepadanya, silahkan kamu duduk di belakang sana ya"
wali kelas menunjuk tempat duduk yang entah kenapa tempat duduknya persis di sebelah kananku
"baik pak". kata Lina.
saat dia lewat di depanku, dia kembali melihatku lagi, tapi kali ini beda, melihatku dengan tatapan yang cemberut.
okeh, aku kenalkan dulu ya siapa Lina.
Lina adalah cewek yang cantik, kulit putih bersih, mata agak sipit, hidung mancung, dengan pipi  merona dan bibir yang tipis, postur tubuhnya pun pas menurutku, tidak terlalu tinggi atau pendek, dan yang paling aku rindukan adalah suaranya yang khas, sangat menggoda.
oke lanjut ke cerita...
kami pun akhirnya melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berdering.
" kriing kriingg kriiing!!".
"eh, gi, ke kantin yok, lapar niih!"Anto mengajakku
" gk ah, males aku, kamu duluan aja sama Ardi, nanti aku nyusul ya" entah kenapa saat itu aku sedang tidak berselera untuk makan. Aku lihat Lina anak baru tadi juga tidak keluar, langsung saja di fikiranku muncul ide-ide untuk mendekatinya itung itung sama kenalan, karena juga di kelaa pas tidak ada anak - anak, kelas kosong cuma aku dan Lina berdua, hehehe.
"emm.. h. hai Lin" aku menyapanya,
dia langsung melihatku, ia agak kaget saat aku memanggilnya, rasanya hati tidak karuan saat sorot matanya yang tajam membuat siapa saja yang melihatnya pasti kagum, dan juga senyum manisnya yang membuat lidah menjadi kaku.
Lalu suara indah terucap darinya
"Hai juga"
dia menjawab sapaanku dengan nada yang datar, seakan mengatakan tidak ingin di ganggu.
" kamu kok sendiri ?" jawabku, mencoba menarik perhatiannya
"iya." kembali dia menjawab dengan nada yang sama
"Perkenalkan, namaku Eggi"
"Aku Lina" sumpah, dia cewek tercuek yang pernah aku temui, tapi semakin cuek dia, aku makin penasaran dengannya.
"Kamu kok gitu sih Lin ?"
"gitu kenapa?"
"aku tanya cuek gitu" aku bicara dengan ekspresi sedih
"hah ? masa sih ?" dia sekarang agak tersenyum.
"saat aku tanya ke kamu jawabnya gk ngenakin"
"ha ? maaf maaf ya, soalnya kamu juga gitu, raut wajahnya serem gitu, aku jadi takut " dia menjelaskan sambil senyum.
"(masa sih aku serem, busyeet, apa kaya gendruwo ya)" aku berkata dalam hati
"oh maaf juga kalau gitu, emang aku beneran serem ya ?"
"iya, mirip macan" dia berkata sambil tertawa"
sumpah saat dia tertawa, dia jadi tambah cantik.
"Kriing kriingg" tak terasa bel tanda masuk berbunyi, tiba tiba Anto dan Ardi datang pertama kali ke kelas, mereka mendekatiku dengan senyum senyum tidak karuan, aura mereka juga tidak mengenakkan.
"wee To, ada yang pdkt nih"
"iya Di, rupa - rupanya kok seneng amat ya"
aku diam saja mendengar perkataan mereka, Lina kelihatannya malu mendengar ucapan mereka berdua, aku jadi tidak enak kepadanya.
tak terasa 4 jam telah terlewati, bel pulang berdering, kami semua pulang ke rumah. Saat aku dijalan aku melihat sesuatu yang tidak mengenakkan, sesuatu terjadi pada Lina, dia terjatuh dari motor, tidak ada yang menolongnya, langsung saja Aku, Anto, dan Ardi berlari menolongnya.
"Kamu baik - baik saja kan Lin ?" tanyaku
"iya, cuma luka sedikit"
"bisa naik motor lagi ?"
"bisa kok, makasih ya udah nolongin"
"ok sama sama, lain kali kalau naik motor hati hati"
"Ekhmm!!!" tiba tiba Anto menggodaku sambil senyum senyum
"apa sih to " aku jawab sambil mukul kepalanya
"gk bisa tidur lo nanti" kata Ardi,
"yeeeee!!!" aku jawab.
"kalau gitu aku pergi dulu ya Eg" Lina berpamitan kepadaku,
"oh iya, hati hati"
"makasih udah nolongin tadi "
"iya gk masalah kok"
"aku pergi dulu ya"
"ok hati hati"
Lina pun pergi dengan sepeda motornya, aku juga melanjutkan pulang kerumah, rasanya hari ini adalah hari yang paling menyenangkan dalam hidupku.